Jumat, 01 Januari 2010

Mengenal Wordpress

Saat ini, Wordpress (WP) sudah sampai di versi 2.1. WP adalah proyek Open Source alias gratisan yang telah dipakai untuk blogging hingga menembus jutaan blog. Dengan WP, kamu bisa memiliki layanan WordPress.com di ISP servermu sendiri. Jadi kamu bisa mendapatkan kontrol penuh blog, baik tampilannya maupun isinya. WP sangat mudah dikelola, tampilannya menggunakan template dan saat ini udah ada ratusan plugins. Dan yang paling penting WP ini GRATIS !! Nah, buat kamu yang belum punya Wordpress



Insya Allah di blog ini, kami akan banyak sekali mengulas masalah WordPress. Bahan-bahannya banyak disarikan dari buku Visual QuickStart Guide WordPress 2 By Maria Langer, Miraz Jordan. Buku ini cukup lengkap membahas masalah WordPress. Namun karena masih dalam bahasa Inggris, mungkin buat para blogger Indonesia masih terlalu susah dan malas untuk mempelajarinya. Nah, blog ini akan menyajikannya secara mudah untuk anda. Kami juga mengambil bahan-bahan dari Dokumentasi Wordpress dan juga dari forum-forum support Wordpress.

WP menyediakan cukup banyak bahan untuk dibicarakan, jadi blog inipun insya Allah tak akan kekurangan bahan utnuk dijadikan artikel. Oleh karena ini, bila kamu termasuk pemula atau ndak terlalu lama belajar tentang blog khususnya WP, maka blog ini adalah tempat wajib untuk selalu dikunjungi.


Menggerayangi Wordpress

Walaupun tampilan dan fitur yang ada di Wordpress Blog sangat beragam tergantung theme dan plugin yang diinstall, tapi ada beberapa fitur dasar yang bisa ditemukan di kebanyakan Wordpress blog. Nah, berikut ini beberapa fitur standart yang dapat ditemukan di kebanyakan WP Blog :

Header
Yah, header biasanya ada di atas. Tapi tak menutup kemungkinan header diletakkan di samping. Tapi sangat jarang header ada di bawah…hehehe…

Link ke Halaman Statis
Wordpress mengijinkan kita membuat halaman statis, biasanya untuk menampilkan profil pemilik blog atau informasi tentang blog itu sendiri. Link menuju halaman statis ini biasanya dimunculkan di header, sidebar atau ditempat lain yang dikehendaki pemilik blog.

Artikel
Inilah bagian paling utama dalam sebuah blog. Biasanya artikel meliputi judul, tanggal publikasi dan penulis (jika blog ditulis oleh banyak penulis). Artikel bisa sepanjang yang kamu mau. Biasanya untuk artikel yang panjang, artikel dipotong hingga tinggal beberapa baris saja dan ada link menuju ke halaman yang memuat artikel seluruhnya. Artikel juga bisa ditambahi gambar atau link ke halaman atau website lain.

Footer
Terletak di bagian bawah tiap halaman. Biasanya berisi Copyright, detail themes (pembuatnya) dan

di beberapa blog juga ada link RSS Feed.

Sidebar
Sidebar juga muncul di tiap halaman blog. Biasanya di sidebar ada cukup banyak link navigasi dan fitur-fitur lain diantaranya :

1. Search Form - Fitur untuk mempermudah pembaca mencari artikel yang diinginkan
2. Calendar - Menampilkan link tanggal artikel. Klik link pada tanggal, maka akan tampil artikel pada hari itu. Anda juga bisa menggunakannya untuk melihat artikel bulan lalu.
3. Recent Post - adalah daftar artikel terakhir yang dipublikasikan.
4. Category - daftar kategori dalam blog. Muncul apabila dalam kategori tersebut ada artikelnya. Namun, jika masih kosong, maka kategori takkan muncul.
5. Archive adalah daftar bulan dimana terdapat artikel yang dipublikasikan pada bulan itu.
6. Link adalah daftar blog favorit dan website lain
7. Feed adalah link atau tombol untuk mengakses RSS artikel dan komentar
8. Meta berisi link untuk login dan untuk mengecek kode XHTML dan code CSS

Nah, itulah sekilas anatomi standart wordpress. Pada beberapa blog sidebar juga ditambahi shoutbox, aneka banner, statistik pengunjung, dll.


Kegiatan Pertama di Wordpress ( WP )

Anda baru saja membuat blog untuk pertama kalinya dengan Wordpress.com. Sekarang apa yang harus anda lakukan dengan blog itu?

Coba gunakan cara praktis berikut untuk mengenali isi situs/blog anda.

Metode yang biasa dilakukan untuk memulai nge-blog dengan wordpress.com adalah membuat blog anda tampil cantik. Untuk melakukan itu, pertama membuat 2 buah tulisan kemudian menampilkannya (Publish). Tulisan apa saja, sembarang, yang penting anda perlu belajar bagaimana mengisi blog anda dengan tulisan. Untuk menulis sebuah tulisan (post), klik ” New Post” pada Panel admin wordpress (My Dashboard), isi judul tulisan, mulailah menulis, kemudian letakkan dalam suatu kategori.

Anda dapat membuat beberapa kategori dengan menuliskan kata (atau beberapa kata) di dalam kotak Kategori (biasanya ada di samping kanan Editor Tulisan) kemudian klik Tambah. Dengan nge-klik “Tambah” anda telah membuat kategori baru (tunggu beberapa saat yah). Untuk memilih kategori itu, klik kotak ceklist yg ada di kiri setiap kategori. Kalau sudah siap tulisan anda untuk ditampilkan, Klik saja “Tampilkan”.

Setelah anda mem-publish (menampilkan) 2 tulisan, klik Presentation (Tampilan) ada di menu utama dashboard dan gulung ke bawah untuk memilih/melihat-lihat daftar Tema Wordpress yang tersedia. Pilih salah satu tema tadi dengan me-klik-nya kemudian Lihat Situs anda. Coba jelajah situs denagn tema yang telah anda pilih itu, lihatlah bagian front page (halaman depannya), coba lagi bikin tulisan dan menampilkannya, sekali lagi jelajah semua isi situs tadi. Kenali semua sisi-sisi situs dengan tema tadi. Anda menyukainya, ok mulailah nge-blog. Gak suka? Ubahlah dengan tema lain yang tersedia.

Anda telah melakukannya. Penge-blogan telah dimulai.




Ups… perlu ditambahkan, sebelum anda mengakhiri kegiatan per-blog-an jangan lupa untuk
mengubah password pemberian WP.com, ganti dengan password buatan anda sendiri sehingga mudah anda ingat. Masuk ke My Dashboar >> MyProfil(Profil saya) terus gulung ke bawah, sampai dijumpai ini:


Manajemen Direktori

Kategori dalam Wordpress sangatlah dibutuhkan. Karena itu kategori haruslah selalu ada walau hanya satu. Kategori dipergunakan untuk mengelompokkan artikel dan link. Sebagai default, Wordpress telah membuatkan kategori Uncategories untuk menangani artikel-artikel anda dan kategori Blogroll untuk menangani link-link favorit anda. Anda dapat menambah, mengganti bahkan menghapus kategori yang diinginkan. Berikut ini caranya.

1. Menambah Kategori

Untuk menambah kategori caranya sebagai berikut :
a. Klik menu Manage
b. Klik sub menu Categories c. Klik link Add New
d. Masukkan nama kategori dalam kotak isian Category Name e. Klik tombol Add Category
Kategori baru telah ditambahkan ke dalam website.

2. Mengedit Kategori

Untuk mengedit kategori caranya sebagai berikut a. Klik menu Manage
b. Klik sub menu Categories
c. Cari kategori yang diinginkan
d. Klik tulisan edit yang sebaris dengan kategori yang diinginkan e. Gantilah category name dengan kategori yang diinginkan
f. Agar category slugnya sesuai dengan nama kategori, sebaiknya kotak isian category slug dihapus saja agar wordpress dapat membuatkannya untuk anda.
g. Klik tombol Edit Category

3. Menghapus Kategori

Untuk menghapus kategori caranyapun sangat mudah.

a. Klik menu Manage
b. Klik sub menu Categories
c. Cari kategori yang diinginkan
d. Klik tulisan Delete yang sebaris dengan kategori yang diinginkan

Anda bisa menyiapkan seluruh kategori terlebih dahulu. Bila belum ada artikel pada suatu kategori, maka link kategori akan disembunyikan secara otomatis.


Mengganti Themes

Theme ibarat sebuah kulit bagi blog. Theme yang mengatur tampilan blog kita. Mengganti theme di Wordpress amatlah mudah dan cepat. Bagi kamu yang masih pemulapun themes Wordpress begitu mudah digunakan. Untuk mengganti themes, pertama-tama kamu perlu mencari menyiapkan themes baru. Setelah itu tinggal di upload ke folder wp-content/themes/. Gunakan FTP seperti yang udah dijelasin pada artikel yang lalu. Kalo lupa, silahkan dilihat lagi yach.

Setelah file-file themes terupload semua, sekarang tinggal mengaktifkannya. Masuklah ke dashboard, klik menu Presentation - Themes. Akan muncul screenshot themes baru disana yang siap diaktifkan. Untuk mengaktifkannya, tinggal klik gambar screenshotnya saja.

Nah, berikut ini beberapa link untuk berburu themes wordpress. Insya Allah di blog inipun akan
saya perkenalkan themes-themes yang bagus (menurut saya sih) Saya juga lagi coba-coba belajar bikin themes. Insya Allah juga akan ditampilkan disini, berdampingan dengan themes-themes populer lainnya…heheheheee

Kembali ke Laptop… inilah dia daftar website yang punya gudang themes. Selamat berburu:

• Official WordPress Theme page
• Codex WordPress Theme List
• WordPress Theme Viewer
• Free WordPress Themes
• How to Blog’s List of 615+ Themes
• Alex King’s WordPress Theme Competition
• WordPress Index and Theme Builder
• WordPress Theme Park
• WordPressTheme.com
• Kaushal Sheth’s Wordpress Theme Viewer
• JohnTP’s WordPress Themes Collection
• WP Themes. Info
• Gallery for WordPress
• WordPress Powered Websites
• Skins/Themes for WordPress
• WordPress Themes by priss
• GFXedit.com Themes
• Free WordPress Themes on TemplateXtreme


Memilih Desain Blog

Desain atau template memang bukan segala-galanya bagi kesuksesan sebuah blog. Tetapi sembarang desain akan mengaburkan tujuan blog itu sendiri dan ujung-ujungnya berpengaruh terhadap kuantitas dan intensitas pengunjung yang dituju.

Tips dan pertimbangan dalam memilih desain blog adalah salah satu faktor yang membuat sebuah blog berhasil menciptakan komunitas pembacanya sendiri.

1. Identifikasi tujuan situs blog. Blog apa yang ingin Anda buat? Blog yang khusus tentang musik, film, kuliner, politik, gadget, travel, bisnis atau mode? Apapun tujuan Anda, yang penting rumuskan dulu dengan baik.

2. Identifikasi kebutuhan spesifik blog Anda. Jika tujuannya sudah dirumuskan, bisakah lebih Anda pertajam lagi? Misalnya, Anda ingin membuat blog tentang politik, fine, tapi apanya? Apakah jurnal tentang politik? Tokoh-tokoh politik - profilnya atau omongannya atau kutipannya?
Referensi-referensi tentang ilmu politik? Semakin tajam, niche blog akan akan semakin kelihatan.

3. Identifikasi audiens Anda. Siapa pembaca yang Anda bidik? Mahasiswa? Akademisi? Umum? ABG? Ibu-ibu? Gamer?

4. Fokus tampilan blog. Apakah blog Anda akan lebih fokus pada teks atau gambar/foto/video? Jika yang akan dipilih adalah kombinasi, mana yang paling dominan?

Coba rumuskan kebutuhan visualnya.

• Topik “beratâ€?. Blog dengan topik-topik serius seperti politik atau jurnal, desainnya bisa menggunakan tema-tema konservatif, elegan, simple dan seterusnya. Sebaiknya jangan memilih warna yang terlalu rame.
• Topik “sedangâ€?. Misalnya untuk blog tentang travel atau kuliner, Anda bisa memilih desain-desain yang inspiratif plus warna-warna cerah. Pertimbangkan juga desain di mana foto-foto yang akan Anda pajang tetap “matchâ€? dengan karakter desainnya.
• Topik “ringanâ€?. Blog tentang musik, game, anak muda dan seterusnya. Desain yang rame dan warna-warna ngejreng layak dipilih. Bisa menggunakan tema-tema ekstrem, unik atau “brutalâ€?.

Pembagian “berat�, “sedang� dan “ringan� ini hanya sekadar contoh saja. Ini penting menjadi pertembangan. Sebab, jangan sampai blog dengan topik “berat�
menggunakan warna yang ngejreng, sedangkan blog “ringan� menggunakan tema konservetif.

5. Pilih desain yang tepat. Ada ratusan “kalau bukan ribuan� template-template desain gratisan yang bertebaran di blogosfer: tinggal pilih dan jangan lupa sesuaikan tujuan dan pertimbangan di atas.

referensi : http://www.thegadgetnet.com/2007/02/06/tips-ngeblog-buat-pemula-5-memilih-desain


Management Artikel dan Gambar

Ini adalah kelanjutan rangkaian panduan nge-blog dengan Wordpress. Kalo kamu masih pemula di bidang per-Wordpress-an, maka artikel ini wajib kamu baca dan kalo perlu di bookmark atau disimpen baik-baik. Ini adalah inti dari blogging. Yaitu manajemen artikel. Setiap blog selalu memiliki fasilitas ini. Fasilitas untuk menambah, mengurangi atau mengedit artikel yang ada di dalam blog. Insya Allah saya akan membuat artikel ini dalam beberapa bagian.


Add an Article

Untuk menambah artikel di Wordpress caranya sangat mudah, selain dengan menggunakan software-software blogging yang sudah saya jelaskan di artikel sebelumnya, kita juga bisa menggunakan Write Form dari Dashboard. Untuk mengaksesnya terlebih dahulu kita perlu login ke dashboard dengan mengunjungi http://domain-kamu.com/wp-login.php




Selanjutnya tinggal mengklik tulisan Write a post, maka sebuah form pengiriman artikel akan
muncul. Namun, bagi kamu yang memakai 100webspace sebagai hostingnya, kamu hanya akan melihat dua buah kotak saja tanpa tombol sama sekali, sehingga bagi kamu yang kurang paham

dengan HTML, cara ini kurang menyenangkan. Maka, bagi yang memakai 100webspace sebagai hostingnya, saya sangat menyarankan untuk menggunakan BlogJet ataupun wBloggar sebagai sarana pengiriman artikelnya.

Sedangkan bila kamu memakai hosting yang lain misalnya Awardspace, 110mb, ataupun ueuo, insya Allah tombol-tombol untuk editing format text akan muncul.

Saya kurang tahu kenapa bisa begini, tapi kemungkinan karena bertabrakan dengan script iklan yang ada di 100webspace. Jika tombolnya muncul, maka tampilannya akan seperti ini :




Sekarang saya akan coba jelasin masing-masing fungsi dari kolom-kolom diatas :

1. Title – Isilah dengan judul artikelnya
2. Post – Ada dua tab, yang satu Visual, menampilkan artikel dalam mode WYSIWYG editor, kamu bisa langsung melihat hasilnya saat mengedit format textnya. Tab yang kedua adalah Code, tempat kamu melihat kode HTML dari artikel yang hendak kamu publikasikan ini.
3. Categories – Digunakan untuk mengatur penempatan artikel pada kategori tertentu. Anda dapat menempatkan sebuah artikel pada beberapa kategori sekaligus.
4. Discussion – Mengatur apakah anda membuka komentar atas artikel anda. Juga mengatur apakah anda mengijinkan mesin agregator membaca artikel anda.
5. Post Password – Memberi password pada artikel. Digunakan untuk artikel-artikel yang sifatnya rahasia.
6. Post Slug – Adalah tampilan URL yang anda inginkan (digunakan bila kamu mengaktifkan opsi permalink). Misal anda isi artikel_satu maka jika artikel ini dibuka akan tampil dalam address bar http://domain-kamu.com/artikel_satu/
7. Post Status – Digunakan untuk menampilkan status artikel. Ada 3 pilihan yaitu Published
(sudah dipublikasikan), Draft (masih rancangan), Private (artikel pribadi/rahasia).
8. Post Timestamp – Digunakan untuk mengatur tanggal penerbitan artikel. Secara default, tanggal sama dengan saat anda menulis artikel. Bila dibuat tanggal yang akan datang, maka artikel akan muncul saat tanggal yang ditentukan.
9. Upload – Digunakan bila kamu ingin mengupload sebuah file (misalnya gambar) dan akan memasukkannya ke dalam artikel.

Setelah selesai mengetik artikel, kamu bisa langsung mengklik tombol Publish, namun bila kamu masih ingin menyimpannya dulu klik saja tombol Save and Continue Editing, sedang bila kamu cuma ingin menyimpannya untuk diedit di waktu yang lain klik tombol Save.


Add a Picture

Untuk menambah gambar/picture seperti udah dijelasin diatas, kamu bisa memanfaatkan fasilitas upload yang ada di kolom Upload. Secara default, gambar-gambar yang kamu kirimkan akan disimpan di folder wp-content/uploads dan dimasukkan ke dalam folder-folder dengan nomor tahun dan bulan. Jadi misalnya kamu mengupload tahun 2007 bulan Februari, maka gambarmu akan disimpan di wp-content/uploads/2007/02. Nah, jika kamu merasa kebingungan dengan aturan default ini, kamu bisa merubahnya di menu Options – Miscellaneous.




Disini saya merubah default uploads folder menjadi images. Sehingga bila kita menguploads dari
sini, gambar akan langsung mengarah ke http://cafeblogger.web.id/images.

Kembali ke kolom Write, cobalah untuk mengupload sebuah gambar, klik tombol Browse dan carilah gambar yang ingin diupload. Setelah ketemu klik OK dan klik Upload. Maka sebuah tab

baru akan muncul lengkap dengan tumbnail gambar yang barusan kamu upload seperti ini :




Sekarang kamu perlu memilih tampilan yang kamu inginkan. Misalnya bila gambarnya cukup
besar, kamu bisa memilih Thumbnail yang nantinya dia akan menampilkan sebuah gambar kecil dan link menuju gambar sesungguhnya. Tapi bila gambarmu ndak terlalu besar dan kamu ingin segera bisa dinikmati oleh pengunjung, maka pilihlah Full size.

Pilihan berikutnya adalah apakah images akan di link ke file tersebut, ke halaman yang lain atau tidak sama sekali. Untuk memasukkannya ke artikel, cukup dengan mengklik Send to Editor.

Biar ndak terlalu bosen, artikel ini distop sampai sini dulu. Silahkan ikuti terus artikel-artikel berantai tentang Manajemen artikel ini, stay tune di gelombang dan URL yang sama. Merdeka !!





Mengedit dan Hapus artikel

Mengedit atau menghapus artikel memang jarang dilakukan, kecuali jika kamu hendak menjadikan blogmu benar-benar bermutu dan perfect! Terkadang pengunjung menyampaikan beberapa kritik terhadap artikel kita, bisa jadi karena data yang kurang tepat, ulasan yang perlu ditambah atau mungkin saran-saran untuk menyempurnakan sebuah artikel. Wordpress sangat memudahkan kita untuk itu. Kita bisa mengedit artikel yang terlanjur dipublikasikan, kita juga bahkan bisa menghapusnya bila memang sudah tak relevan lagi.

Sekarang mari kita bahas satu per satu pengeditan artikel ini. Yang pertama kita mulai dari editing artikel dulu. Siapkan sabuk pengaman, siapkan teh hangat dan kalo perlu biskuit yang enak.


Editing Article

Mengedit artikel ada beberapa cara, yang pertama melalui Dashboard sedang yang kedua langsung dari artikelnya (dengan catatan kamu menempatkan fungsi editing pada themes). Mari kita bahas cara yang pertama yaitu Mengedit Melalui Dashboard.

Seperti biasa, karena kita akan mengedit melalui Dashboard (dan juga manajemen lain) kita perlu login dulu. Selanjutnya klik menu Manage – Posts. Kamu akan mendapatkan daftar artikel yang ada di blogmu seperti ini :




Jika tampilannya menggunakan Bhs Inggris spt dibawah ;



Cari artikel yang ingin diedit dengan menggunakan form Search Posts atau dari daftar yang ada.
Setelah ketemu tinggal klik tulisan Edit. Selanjutnya kamu akan dibawa ke halaman editor artikel yang sama dengan halaman Write Post. Begitu selesai mengedit, kamu bisa langsung klik tombol Save. Pekerjaan telah selesai.

Cara yang kedua adalah melalui artikel langsung. Bila kamu sedang membaca artikelmu sendiri dan menemukan kekurangan, kamu bisa langsung mengeditnya. Caranya tentu aja kamu harus login
dulu seperti biasa. Kemudian langsung menuju blogmu.

Bacalah beberapa artikel di blogmu sendiri dan bila ketemu yang janggal, langsung klik tulisan edit yang ada di artikel tersebut. Penempatan link edit berbeda-beda setiap themes. Jadi kamu harus mencarinya sendiri. Biasanya link edit ditempatkan bersamaan dengan link comment, category
dan author name. Cobalah cari disana.

Berikut ini contoh link edit yang ada di blog ini :



Kamu tinggal mengklik link tersebut, maka halaman editor article akan muncul dan kamu bisa mengeditnya seperti sudah dijelaskan diatas. Selesai mengedit klik tombol Save dan kamu akan dibawa kembali ke halaman artikelmu.

Catatan : link edit ini biasanya hanya muncul kalo kamu sudah login ke Wordpress. Jadi pastikan kamu login dulu saat mengunjungi blogmu.


Deleting Article

Untuk menghapus artikel yang sudah tak sesuai lagi, caranya sangat gampang. Cukup login ke Dashboard, klik menu Manage – Posts, kemudian klik tulisan Delete yang sejajar dengan judul artikel yang ingin dihapus. Sebuah peringatan konfirmasi akan muncul tekan OK jika setuju menghapusnya dan tekan Cancel untuk membatalkan.


Membuat Halaman Statis

Artikel yang biasa kita tulis, akan ditampilkan secara bergantian di halaman depan. Bila ada artikel baru yang kita publikasikan, maka artikel yang lama akan turun. Demikian seterusnya hingga artikel tersebut hilang dari halaman utama dan masuk ke halaman arsip (biasanya berdasarkan kategori dan bulan publikasinya).

Trus, gimana kalo kita ingin membuat artikel yang sifatnya menetap, linknya terus ada di halaman utama dan pengunjung bisa langsung mengaksesnya tanpa harus masuk ke halaman arsip atau mencarinya menggunakan fasilitas pencarian artikel? Jawabnya adalah dengan membuatkannya halaman statis. Dan Wordpress mempunyai fungsi untuk itu. Namanya Pages. Dengannya kita bisa membuat halaman khusus berisi informasi yang ingin kita munculkan selalu di halaman utama atau di tiap halaman blog kita. Halaman statis ini biasanya berisi profil pemilik blog, tujuan pembuatan blog atau hal-hal lain yang ingin ditampilkan.

Untuk membuat halaman statis (pages) caranya sangatlah mudah. Pada prinsipnya pages adalah artikel juga, hanya saja penempatannya yang sedikit special. Pages juga bisa dibuat secara bercabang, misalnya dalam pages About kita juga memasukkan Photo Gallery, Family dan juga Tawaran Bisnis. Sekarang mari kita pelajari betapa mudahnya membuat halaman statis dengan menggunakan Wordpress.

1. Login ke Dashboard seperti biasa
2. Klik menu Write – Write Page



3. Sekarang kamu bisa mengetikkan artikel yang akan dijadikan halaman statis. Tampilan
editor pages sama dengan editor artikel bukan?
4. Bila kamu pengen membuat halaman ini berada di bawah halaman tertentu, misal kamu pengen membuat halaman tentang keluargamu di bawah halaman About Us, maka bukalah kolom Page Parent dengan mengklik tanda + di headernya. Kamu akan menemukan menu drop down berisi halaman-halaman statis yang pernah kamu buat.



5. Pilihlah di halaman mana artikel ini diletakkan.
6. Bila selesai, klik tombol Publish untuk mempublikasikannya.

Pembuatan halaman statis ini harus menggunakan editor Wordpress, sehingga kamu ndak bisa membuatnya dengan menggunakan BlogJet. Bila kamu tetap ingin membuat halaman statis menggunakan BlogJet, maka ketiklah dulu artikelmu, kemudian setelah selesai buka codenya (klik menu View – Code). Sekarang tinggal copy paste aja ke editor Wordpressmu.


Mengutak Atik FONT

Suatu ketika, mungkin kita tak ingin menggunakan font standart yang disediakan Wordpress atau themes yang kita pakai. Terkadang kita pengen sesuatu yang beda, yang norak dan keren abis! Apa bisa Wordpress melakukannya? Jawabnya adalah bisa dan itu sangatlah mudah banget.


Merubah Font Wordpress

Saat kita perhatikan, ternyata di form posting artikel tak kita dapati isian atau pilihan untuk mengubah jenis maupun ukuran huruf, maka kita perlu memasukkannya secara manual. Silahkan klik Tab Code yang ada di Menu Write – Post

Disana sisipkan kode HTML berikut untuk merubah font :

Tulisan
Anda


Jika kita hendak membuat tulisan dengan font verdana, ukuran +1 dan warna merah, masukkan kode berikut ini :

Bukan Yang
Biasa


Maka jadinya akan seperti ini

Bukan Yang Biasa

Aneka variasi font lain bisa juga digunakan. Bila dalam form Wordpress hanya disediakan beberapa format yaitu Bold, Italic dan Underline, kamu bisa membuat beberapa format lagi diantaranya :

1. StrikeThrough menggunakan code ...
2. Code menggunakan code ...
3. Variable menggunakan code ...
4. Sample menggunakan code ...
5. Keyboard menggunakan code ...
6. Citation menggunakan code ...
7. Deleted menggunakan code ...
8. Inserted menggunakan code ...

Dengan menggunakan kode-kode diatas, kamu bisa lebih variatif lagi dalam menulis blog.


Menggunakan bantuan Word

Masih susah dengan kode-kode diatas, bagaimana kalo saya ajarin memasukkan artikel di Word, lengkap dengan variasi fontnya ke dalam Wordpress.

Buat kamu yang males banget ngeliat kode, ada baiknya kamu memakai Microsoft Word terlebih dahulu untuk melakukan pengeditan. Namun, jika kamu hanya menggunakan format-format standart Wordpress saja, maka menggunakan text editor Wordpress saya rasa sudah sangat cukup.

Nah, pertama yang harus kamu lakukan adalah mengetikkan artikel, lengkap dengan segala format font dan atributnya di Word. Setelah merasa cukup mantap, kamu bisa langsung memblok semua tulisan, kemudian mempastekannya ke Text Editor Wordpress.

Dan inilah contoh hasilnya :

Tulis dari Word dimasukkan ke Wordpress
Kelemahan dari cara ini adalah, kode yang dimasukkan lebih banyak dari biasanya. Karena Word tak menggunakan kode-kode standart HTML, dia banyak memakai kode span dan style sehingga bisa divariasi sebanyak mungkin. Nah, silahkan pilih pake Text Editor Wordpress atau Word.


Membuat READMORE

Secara default, artikel akan ditampilkan seluruhnya di halaman utama, hal ini tentu akan sangat mengganggu pengunjung yang harus melakukan scrolling. Hal ini terkecuali jika kita hanya menempatkan satu artikel saja di halaman utama. Kebanyakan blogger membuat potongan awal tulisan di halaman utama, kemudian pengunjung hanya perlu mengklik link Read More.. untuk bisa membaca seluruh artikel, seperti yang ada di blog ini.


Menggunakan Excerpt

Cara pertama adalah dengan mengganti tag the_content() dengan the_excerpt() pada template Wordpress halaman utama. Biasanya di post.php atau index.php. Maka, setiap kali kita memasukkan artikel, akan muncul 55 kata pertama di halaman utama, atau jika kamu pengen

menentukan sendiri kata-katanya, kamu bisa memasukkannya langsung di form excerpt yang ada di menu Write – Post.



Jika menggunakan cara ini, maka format HTML yang kita gunakan di dalam 55 kata pertama akan dihilangkan saat muncul di halaman utama. Kode tersebut baru akan berfungsi saat pengunjung memasuki halaman artikel.


Menggunakan More Tag

Cara berikutnya adalah menggunakan More Tag. Cara ini lebih simple, karena kita ndak
bersentuhan langsung dengan kode-kode yang rumit. Caranya cukup dengan menekan tombol More yang ada di Editor Wordpress. Perhatikan gambar berikut ini :



Dengan cara ini kode HTML dan format yang kita terapkan takkan dihilangkan, sehingga bisa muncul di halaman utama. Tapi jika kita terlupa untuk memasang tanda More, maka seluruh artikel akan ditampilkan. Tapi tentu saja, kita masih dapat mengeditnya lagi nanti.

Untuk merubah kata Read More dengan kata-kata yang lain, kita perlu sedikit menengok script themesnya. Temukan tag . Gantilah tulisan Read More dengan tulisan lain, misalnya Baca Selengkapnya… sehingga menjadi seperti ini :




Membuat Multi Pages

Oleh :QZoners

Membuat halaman bersambung sangat mudah dan guampaaaangg. Saking gampangnya, sebenarnya cuma butuh satu paragraf aja untuk menjelaskannya. Tapi masalahnya kalo cuma satu paragraf, kurang afdol and bikin kamu ndak suka baca… heehhe

Perintah untuk membuat paragraf bersambung sangat mudah, tapi saya kurang tahu apakah bisa digunakan di wordpress.com atau tidak, karena harus mengutak-atik themes. Jadi yang pake wordpress.com met mencoba aja yahh ??

Oke, kita langsung ke acara inti, pertama kamu perlu ngetik artikel yang mau disambung, setelah itu masuk ke tab code dan sisipkan baris ini:



Lalu lanjutkan dengan artikel yang masuk halam dua, setelah selesai beri lagi kode −> dst.

Nah, di themes, tepatnya di single.php kamu perlu menyisipkan kode berikut :

wp_link_pages(’before=

Pages :&after=

&next_or_number=number&pagelink=
%’); ?>

% (persen) akan diganti dengan nomor halaman. Selamat Mencoba

updating : Ternyata jika menggunakan wordpress.com cukup menyisipkan kode
saja sudah langsung bisa.


Manajemen Komentar

Blogger Mania, ciri khas sebuah blog adalah komentar. Dimana pengunjung bisa memberikan komentar apapun terhadap artikel yang kita tulis. Tak jarang, banyak sedikitnya komentar menentukan kualitas artikel yang ditulis. Tapi artikel yang bagus sekalipun terkadang juga tak banyak yang mengomentari. Jadi, hingga saat ini belum ada standart resmi untuk mengukur kualitas suatu artikel.

Back to Comment.. Karena setiap orang dapat dengan mudah memasukkan komentar terhadap tulisan kita, maka kita harus bisa memanajemeninya dengan baik. Karena tak semua orang memberi komentar sesuai artikel yang kita tulis. Seringkali ada yang malah berpromosi di komen box kita. Tugas kitalah untuk membersihkan, mengatur dan mengelola komentar-komentar yang masuk ini.

Memanajemen komentar sebenarnya sangat gampang lho blogger mania. Kamu cuma perlu login ke
Dashboard, kemudian klik menu Comments.

Dalam setiap komentar, tersedia beberapa link dibawahnya. Berikut keterangannya :

1. Edit – Bila kamu ingin mengedit komentar seseorang, atau ingin memberikan jawaban langsung di bawah komentarnya maka kliklah link ini.
2. Delete – Bila komentar dianggap mengganggu artikelmu, misal terlalu Out of Topic, terlalu berpromosi, dll. Maka kamu bisa mengklik link ini untuk menghapusnya.
3. Unaprove – Ini berguna jika kamu tak jadi menyetujui komentar ini.
4. Spam – Kamu bisa mengidentifikasi komentar tersebut sebagai spam, kelak jika dia berkomentar lagi, maka akan langsung masuk Awaiting Moderation List.
5. View Post; – Jika kamu lupa dia mengomentari artikel apa, kamu bisa melihat artikel yang dia komentari dengan mengklik link ini.

Sudah selesai? Ooh, masih belum Blogger Mania. Sekarang saya akan kasih tau sub menu lain terkait dengan komentar ini, yaitu Awaiting Moderation List alias Daftar Tunggu Moderator. Disini akan berkumpul komentar-komentar yang menunggu untuk disetujui. Secara default semua komentar akan masuk dalam daftar tunggu ini. Nah, biar kamu nggak repot-repot menyetujui
komentar-komentar yang masuk daftar tunggu, sebaiknya fungsi daftar tunggu ini dimatikan kecuali untuk komentar-komentar tertentu.

Sekarang akan saya tunjukkan caranya kepada Blogger Mania semuanya.

1. Klik Menu Options – Discussion
2. Pada pilihan Before a comment appears: hilangkan tanda centang pada pilihan An administrator must always approve the comment dan juga pada pilihan Comment author must have a previously approved comment.
3. Kamu bisa mengatur aturan pemakaian kata pada komentar, misal dilarang memakai kata- kata sex, fuck, suchs, dll. Masukkan kata-kata terlarang tersebut ke kotak Comment

Moderation. Sehingga pengunjung yang memasukkan kata-kata terlarang itu akan ditahan di daftar tunggu.

Setelah selesai, kamu sudah bisa ongkang-ongkang kaki sekarang. hehehehe…. Tapi maaf kalo bikin kamu kecewa, cara diatas sebenarnya masih kurang efektif, tapi bila pemberi komentar di blogmu hanya beberapa saja, cara diatas sudah cukup. Insya Allah di category Plugins akan saya jelaskan tentang plugins untuk melawan spam yang nakal.






Link Manajemen Tutorial

Kali ini kita akan coba mempelajari cara mengelola link di wordpress. Tak seperti blog yang
lain, mengelola link di Wordpress sangatlah mudah. Kamu bahkan tak perlu mengutak-atik themes sama sekali. Semua bisa dilakukan di Dashboard. Sekedar pengetahuan, link adalah tulisan atau gambar yang menghubungkan kita dengan halaman lain baik itu website, gambar, email atau aplikasi chat seperti YM dan Google Talk.


Add Link

Pertama, siapkan dulu kategori link tempat menampung daftar link kamu. Di wordpress 2.1 kategori link dan artikel dijadikan dalam satu pengelolaan. Hanya saja, bila suatu kategori udah dipakai
untuk artikel, maka dia tak dapat dipakai untuk link, demikian sebaliknya. Silahkan membaca artikel sebelumnya tentang Manajemen Category untuk lebih memahami cara membuat dan mengelola kategori.

Bila kategori link sudah tersedia, kamu sudah bisa mulai membuat daftar link. Misalnya kamu ingin memasukkan blog ini di daftar linkmu, maka mulailah dengan login ke Dashboard.

1. Klik menu Blogroll – Add Link



2. Isikan text yang akan ditampilkan sebagai link di Name dan alamat websitenya di Address.
3. Kamu juga bisa menambahkan diskripsi linknya, tapi biasanya tak muncul di themes
(kecuali kamu ingin memunculkannya).
4. Tentukan category linknya. Secara default category link adalah Blogroll, silahkan tentukan sendiri category linkmu.
5. Tentukan target link, apakah jendela baru (_blank), atau tetap di jendela asal (none).
6. Setelah selesai klik Add Link.


Edit and Delete Link

Untuk mengedit link atau menghapusnya, kamu bisa langsung menuju halaman Blogroll – Manage
Link. Klik edit untuk mengedit link, dan delete untuk menghapusnya. Gampang dan mudah bukan?


Tersenyumlah

Tahu ndak kalo Wordpress bisa juga lho menampilkan senyum kita. Icon emosi ini biasa disebut emoticons. Apakah emoticons itu, silahkan dibaca sendiri di http://en.wikipedia.org/wiki/Emoticons. Nah, untuk menampilkan emoticons seperti atau kita cukup memasukkan kode-kode emoticons yang ada. Berikut ini daftar kode

emoticons dan tampilannya :

Bagaimana? Keren kan? Bila kamu mengetikkan kode diatas, maka Wordpress akan mengubahnya sebagai gambar secara otomatis. Untuk menonaktifkan fungsi ini caranya masuk ke menu Options - Writing lalu hilangkan tanda centang di pilihan Convert emoticons like and to graphics on display. Nah, selamat mencoba!!







Merubah Emoticons

Bosan dengan emoticons yang itu-itu aja and pengen merubahnya dengan gayamu sendiri? Jawabnya bisa aja. Pertama, backup dulu isi folder wp-content/images/smilies.

Kemudian siapkan file-file gambar baru dengan nama yang sama dengan nama-nama file yang ada di folder tersebut.

Lalu uploadlah file-file baru ke folder tersebut. Dan lihatlah hasilnya.

Catatan : Emoticons ini juga akan muncul di comment lho. Jadi kalo kamu sedang berkunjung ke blog orang lain yang juga memakai wordpress trus pengen memunculkan emoticon, maka masukkan kode-kode diatas


Selasa, 01 Desember 2009

Menyingkap Jam Air Ridhwan al-Sa'ati


Jam air Ridhwan al-Sa'ati merupakan warisan perangkat mekanik Muslim yang di dalamnya dibenamkan teknologi maju.

Berbagai upaya telah diupayakan untuk menemukan jawaban memuaskan. Ini tentang sebuah jam air yang ada di Masjid Ummayah, Damaskus, Suriah. Setiap jam, bunyi berdentang terdengar dari jam itu. Ternyata, jam ini sudah ada enam abad sebelum pembuatan Big Ben di London, Inggris, pada 1859.

Pada akhirnya, sejumlah manuskrip terkumpul. Selubung misteri jam tersebut pun ikut tersingkap. Manuskrip-manuskrip yang ada mengisahkan, jam itu diletakkan di pintu masuk sebelah timur Masjid Ummayah atau di sebelah kanan pintu keluar masjid yang berdekatan dengan istana pemerintah, Qasr al-Khadhra.

Pintu masuk sebelah timur itu dinamakan Bab al-Sa'at yang disebut pula sebagai Gerbang Jam. Ada pula nama lain yang disematkan pada pintu masuk itu, di antaranya Bab Jayrun dan Bab El-Labbadin. Keberadaan dan kerja jam air itu digambarkan oleh operator awal jam tersebut, Ridhwan.

Ini terungkap dalam sebuah manuskrip tahun 600 Hijriyah atau 1202 Masehi. Jam itu dinamai dengan nama sang operator tersebut, yaitu Ridhwan al-Sa'ati. Keberadaan jam itu merupakan salah satu warisan perangkat mekanik Muslim yang membenamkan teknologi maju di dalamnya.

Memang, pada jam ini, terdapat sejumlah keunikan dan kecanggihan teknologi. Jam ini menunjukkan pentingnya perkiraan waktu dan ditempatkan di lokasi yang strategis, antara istana pemerintah dan masjid. Jadi, jam ini berada di dekat pusat pemerintahan dan pusat kegiatan umat.

Keunikan lain yang melekat pada jam ini adalah kemampuannya menghubungkan kalender Hijriyah terkait perubahan musim dengan kondisi udara, menetapkan sudut sinar matahari, serta membagi waktu siang dan malam masing-masing selama 12 jam yang tak terpengaruh apakah lebih panjang atau pendek dalam sebuah tahun.

Tak hanya itu, jam ini juga memberitahukan khalayak mengenai pergantian waktu setiap jam dengan dentangan suaranya. Dengan keberadaan semua kemampuan pada jam tersebut, Ridhwan sebagai operator jam dianugerahi status tinggi sebagai seorang menteri dalam pemerintahan.

Di sisi lain, pemerintah juga mengalokasikan anggaran khusus untuk pemeliharaan dan keberlangsungan alat itu. Sejumlah pakar mengatakan, jam Ridhwan termasuk dalam kelompok perangkat waktu hidrolik yang terkenal pada masa lalu, seperti Clepsydra dan Ghati. Ini juga menunjukkan perkembangan konstruksi pembuatan jam dari waktu ke waktu.

Terutama, saat Khalifah Harun al-Rasyid pada 786 Masehi menghadiahkan jam air yang terbuat dari kayu kepada Charlemagne I yang merupakan raja kaum Frank di Barat. Diyakini pula, bentuk berbeda dari perangkat sejenis itu ada di wilayah lain di dunia Islam. Jadi, jam itu menyebar luas di wilayah Islam.

Menurut manuskrip Ridhwan al-Sa'ati; ayah Ridhwan, yaitu Abu 'Abdullah Muhammad bin Naser bin Saghir bin Khalid al-Kaysarani, merupakan orang pertama yang mengoperasikan jam tersebut. Ini terjadi sebelum Sultan Nur Ed-Din Mahmud bin Zanki mengambil alih Damaskus pada 1154 Masehi.

Kaysarani sendiri merupakan seorang terpelajar yang ahli dalam puisi, astronomi, teknik, dan matematika. Setelah dia, ada Muhammad bin Ali al-Khurasani yang merekonstruksi jam itu setelah terbakar pada 1166. Ridhwan al-Sa'ati menyebutkan pula tiga orang yang mengoperasikan jam itu setelah kematian ayahnya.

Mereka adalah al-Muhadhab bin al-Naqqash, al-Muhadhab bin al-Hajib, dan Abu al-Fadhl al-Najjar. Kemudian, Ridhwan yang akhirnya mengoperasikan jam itu. Ridhwan dikenal sebagai Fakhr al-Din Ridhwan al-Sa'ati al-Khurasani al-Dimashqi. Dia menjabat sebagai menteri pada masa Raja Isa bin al-Malik.

Isa menugaskan pula pemberian anggaran khusus untuk pemeliharaan dan pengoperasian jam itu. Di sisi lain, keberadaan jam itu juga sangat terkenal. Sejumlah pelancong menggambarkannya. Ada Rabbi Benjamin dari Tuleda yang mengunjungi Damaskus antara 1159 dan 1174. Menurut dia, Damaskus memiliki sebuah sinagog pengikut Muhammad.

Benjamin menyatakan, itu pasti istana Ibnu Haddad. Salah satu dindingnya dibangun dengan kekuatan ajaib. Pada dinding bangunan itu terdapat sebuah perangkat yang disinari matahari dan tertera jumlah hari dari tahun matahari. Perangkat itu terbagi dalam dua belas tingkat untuk menyesuaikan waktu dalam sehari.

Ini merupakan gambaran jam matahari, yang dianggap terletak di dekat masjid tersebut, tak sesuai dengan gambaran jam yang dilakukan oleh Ridhwan dan dua pelancong lainnya, yaitu Ibnu Jubayr dan Ibnu Battuta. Menurut laman Muslimheritage, gambaran Rabbi Benjamin itu secara salah dikutip Donald R Hill dalam bukunya Arabic Water Clocks.

Ibnu Jubayr menceritakan pula jam air ini saat ia melakukan perjalanan dan tinggal di Damaskus pada 1184. Gambaran dia tentang jam itu sangat mendekati apa yang diungkapkan dalam manuskrip Ridhwan al-Sa'ati. Gambaran yang dibuat Ibnu Battuta pada 1326 mendekati gambaran Ibnu Jubayr, namun lebih ringkas.

Berdasarkan survei dan analisis terhadap semua literatur tentang jam Ridhwan, terungkap bahwa seorang insinyur dari Mesir bernama Abdullah Baylak al-Qabagaqi merupakan orang yang paling mengerti jam air itu. Sebab, dia bersentuhan langsung dengan perangkat bersangkutan. Selain itu, catatannya dimasukkan dalam salinan naskah asli Ridhwan.

Sebab, dia langsung bersentuhan dengan perangkat waktu tersebut dan juga karena catatannya dimasukkan dalam salinan naskah asli Ridhwan. Pada awal abad kedua puluh, seorang ahli fisika dan sejarah Jerman, yaitu Eilard Wiedemann dan Fritz Hauser, mempelajari perangkat jam air itu.

Mereka bahkan mencapai tingkat pemahaman yang tinggi atas cara kerja jam tersebut. Lalu, mereka menerbitkan hasil penelitiannya pada 1915 dalam beberapa artikel. Meski karya mereka dianggap sebagai karya perintis, mereka melahirkan konsepsi tidak lengkap soal jam air itu. Sejumlah kesalahan pun muncul dari penjelasan mereka.

Seorang penulis, Syekh Muhammad Ahmad Dahman, pernah mengedit naskah Ridhwan dan menggunakan teks tersebut untuk memahami jam air. Ia menganggap teks asli Ridhwan cukup jelas untuk membantu dalam merekonstruksi jam air tersebut. Namun, dia tidak menambahkan komentar untuk menjelaskan operasi dan konstruksi dari jam air tersebut.

Paling tidak, ada tiga manuskrip yang mengungkap keberadaan jam itu. Pertama, manuskrip asli yang didiktekan oleh Ridhwan sendiri dan sekarang ada di perpustakaan Forschungsbibliothek di Gotha, Jerman. Kedua adalah salinan yang ditulis Baylak Abdullah al-Qabagaqi. Naskah ini ada 5-6 tahun setelah keberadaan manuskrip asli.

Manuskrip itu disimpan di Istanbul, Turki. Sedangkan, manuskrip ketiga merupakan salinan naskah al-Qabagaqi. Kini, naskah itu ada di Kairo, Mesir.


Merujuk pada Al-Jazari

Jam air dikenal sejak sebelum masehi. Di dunia Islam, Al-Jazari, dikenal sebagai perintis jam air. Namun, ia bukan satu-satunya ilmuwan Muslim yang menciptakan jam air. Asa ilmuwan lainnya yang bernama Ibnu al-Haytam yang membuat jam sejenis pada 1000 Masehi.

Muncul pula nama Al-Zarqali. Ia menciptakan dua jam air besar yang berada di tepi Sungai Tagus di Toledo. Meski demikian, jam air yang paling monumental diciptakan oleh seorang insinyur besar Muslim, Al-Jazari.

Kehebatan Al-Jazari di bidang teknik, sangat dikenal di dunia Islam. Ia bahkan membuat beberapa jenis jam air. Salah satunya, sebuah jam bertenaga air yang tingginya satu meter dan lebarnya satu setengah meter. Jam tersebut berhasil direkonstruksi ulang pada 1976.

Jam air karya Al-Jazari yang sangat terkenal adalah jam berbentuk gajah. Jam itu bisa menghasilkan suara. Dalam sebuah naskah karya Al-Jazari, jam itu merupakan jam paling awal yang memakai flow regulator, sebuah sistem tutup-lubang.

Para ilmuwan modern banyak yang mengakui kehebatan Al-jazari dalam membuat jam air, yang pada masa itu jam merupakan barang istimewa. Rancangan jam air buatan Al-Jazari penuh dengan ide-ide dan teknik-teknik yang penting bagi sejarah desain mesin jam.

Al-Jazari dikenal sebagai ilmuwan yang lebih tertarik pada pengembangan perangkat yang memiliki nilai pakai. Tak heran jika ia melakukan serangkaian percobaan untuk membuat perangkat-perangkat teknik.

Sementara itu, deskripsi paling awal mengenai jam air dalam bahasa Arab terdapat dalam risalah mesin karya Al-Muradi, yang bekerja di Spanyol pada abad ke-11

Senin, 30 November 2009

Soal Latihan KKPI Kelas XI

Sebentar lagi ujian semester. bagi siswa-siswi yang ambil mata pelajaran KKPI/TIK kelas XI silahkan download soal-soal latihan ini.. klik disini untuk download

SELAMAT UJIAN SEMESTER...

Minggu, 29 November 2009

Panduan Pengelolaan PAUD / TK

Pendidikan merupakan modal dasar untuk menyiapkan insan yang berkualitas. Menurut Undang-undang Sisdiknas Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.  Menurut UNESCO pendidikan hendaknya dibangun dengan empat pilar,  yaitu  learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together.

Pada hakikatnya belajar harus berlangsung sepanjang hayat.  Untuk menciptakan generasi yang berkualitas, pendidikan harus dilakukan sejak usia dini dalam hal ini melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yaitu pendidikan yang ditujukan bagi anak sejak lahir hingga usia 6 tahun.  Sejak dipublikasikannya hasil-hasil riset mutakhir di bidang neuroscience dan psikologi maka fenomena pentingnya PAUD merupakan keniscayaan.  PAUD menjadi sangat penting mengingat potensi kecerdasan dan dasar-dasar perilaku seseorang terbentuk pada rentang usia ini.  Sedemikian pentingnya masa ini sehingga usia dini sering disebut the golden age (usia emas).

Dengan diberlakukannya UU No. 20 Tahun 2003 maka sistem pendidikan di Indonesia terdiri dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi yang keseluruhannya merupakan kesatuan yang sistemik.  PAUD diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar.  PAUD dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal.  PAUD pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK), Raudatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat.  PAUD pada jalur pendidikan nonformal berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat. PAUD pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.

Dalam upaya pembinaan terhadap satuan-satuan PAUD tersebut, diperlukan adanya sebuah kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi anak usia dini yang berlaku secara nasional. Kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi adalah rambu-rambu yang dijadikan acuan dalam penyusunan kurikulum dan silabus (rencana pembelajaran) pada tingkat satuan pendidikan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.

Bagi Orang Tua yang Ingin tahu lebih banyak silakan download materi/makalah sebagai berikut

1. Kerangka Dasar Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini..silahkan klik  download

2. Standar Perkembangan Dasar Anak PAUD...silahkan klik download

3. Standar Perkembangan Dasar Anak Lahir hingga usia 6 tahun ...silahkan klik download

4.Naskah Dokumen TK...silahkan klik download

5.Naskah Presentasi PAUD...silahkan klik download

Semoga bermanfaat.


Kristiyanto

Pemerhati Pendidikan Anak dan Lingkungan 


Rabu, 04 November 2009

adi Zada al-Rumi, Saintis Terkemuka dari Dinasti Timurid





Matematika dan astronomi. Dua ilmu penting itulah yang dikembangkan Qadi Zada al-Rumi, saintis Muslim terkemuka di era kejayaan Dinasti Timurid – yang berkuasa di kawasan Asia Tengah dan Persia pada abad ke-14 M. Ia bersama Sultan Timurid, Ulugh Beg mendirikan observatorium di Samarkand, Uzbekistan – sebuah pusat studi astronomi termegah sepanjang sejarah Islam.

Qadi Zada, sejatinya, hanyalah nama julukan. Astronom dan matematikus yang terlahir pada 1364 di Bursa , Turki itu bernama Salah al-Din Musa Pasha. Ia dipanggil Qadi Zada yang berarti "anak dari seorang hakim", karena ayahnya memang seorang hakim terkemuka pada masa itu.

Ia tumbuh besar di tanah kelahirannya, kota Bursa, Turki. Qadi Zada menyelesaikan pendidikannya di Basra, salah satu kota pusat kebudayaan dan pendidikan Islam terkemuka. Di kota itu, Qadi Zada mempelajari ilmu geometri dan astronomi.

Guna mengasah dan mengembangkan ilmu pengetahuannya, dia kemudia berguru kepada al-Fanari. Sang guru menyadari potensi dan kecerdasan Qadi Zada. Al-Fanari paham betul bahwa muridnya itu adalah seorang pemuda dengan kemampuan yang sangat luar biasa di bidang matematika dan astronomi.

Al-Fanari menasihati Qadi Zada untuk hijrah ke pusat kebudayaan Kerajaan Khurasan atau Transoxania. Di Khurasan, Qadi Zada akhirnya bisa bertemu dan belajar dari para ahli matematika dan astronomi hebat. Khurasan memang dikenal sebagai kota pendidikan yang banyak disinggahi para ilmuwan yang singgah maupun tmenetap di kota itu.

Tak sekedar mendorong, al-Fanari juga mendukung Qadi Zada dengan sehelai surat rekomedasi. Ia juga dibekali gurunya sebuah kitab berjudul Emmuzeg al-Ulum (Tipe-tipe Ilmu Pengetahuan), sebagai tanda bahwa dia adalah seorang pelajar. Mengikuti nasihat gurunya, Qadi akhirnya belajar matematika dan astronomi di Transoxiana sebagai pusat kebudayaan.

Pada 1383, reputasi Qadi Zada langsung meroket. Ia begitu populer sebagai ahli matematika, lewat bukunya berjudul Risala fi'l Hisab ( Risalah Aritmatika). Buku tersebut berisi pengetahuan kompleks mengenai aritmatika, aljabar, dan pengukuran.

Saat Qadi masih muda, penguasa dan pendiri Dinasti Timurid, Timur Lenk mulai menguasai kawasan Iran, Irak, dan bagian timur Turki. Setelah kematian Timur pada 1405, Dinasti Timurid diperebutkan anak-anaknya. Shah Rukh yang merupakan anak keempat Timur Lenk akhirnya memenangkan perebutan kekuasaan peninggalan Timur Lenk tersebut.

Pada 1407, Shah Rukh mendapatkan kekuasaan secara menyeluruh di sebagian besar kerajaan, termasuk Iran dan Turkistan. Dia juga menguasai Samarkand. Wilayah yang dikuasai Shah Rukh merupakan pusat-pusat kebudayaan di mana Qadi Zada mengembangkan ilmunya. Wilayah tersebut meliputi Herat di Khorasan, Bukhara dan Samarkand di Transoxania.

Pada 1407, Qadi bertualang mengunjungi kota-kota tersebut, termasuk Samarkand. Tidak ada yang mengetahui alasan sang saintis mengunjungi Samarkand. Pada masa mudanya, ia belum sempat mengunjungi kota-kota tersebut. Mungkin, dia masih sibuk dengan astronominya. Saat mengunjungi kota-kota tersebut, Qadi sudah memiliki reputasi yang bagus sebagai seorang ahli matematika.

Dia juga sudah menghasilkan karya berupa sebuah risalah aritmatika yang ditulisnya ketika tinggal di Bursa pada 1383. Buku risalah aritmatika tersebut berisi aritmetika, aljabar dan pengukuran.

Setelah mengunjungi sejumlah kota-kota pusat kebudayaan lainnya, Qadi baru mencapai kota Samarkand sekitar 1410. Setahun sebelumnya, Shah Rukh, telah menguasai kekaisaran Timur ayahnya dan memutuskan untuk menjadikan Herat di Khurasan sebagai ibu kota baru. Shah Rukhmenempatkan putranya Ulugh Beg sebagai penguasa di Samarkand.

Ulugh Beg, saat itu, baru berusia 17 tahun, ketika bertemu dengan Qadi di Samarkand. Saat bertemu dengan Qadi, Ulugh Beg sangat mengagumi kecerdasan dan kehebatan sang saintis dalam bidang matematika dan astronomi. Sehingga, dia meminta agar Qadi mengajariny.

Berkat bimbingan Qadi, akhirnya Ulugh Beg juga menjadi seorang ahli astronomi yang terkemuka. Qadi merupakan seorang ilmuwan yang jauh lebih tertarik kepada ilmu pengetahuan dan kebudayaan dari pada politik atau penaklukan militer. Tetapi bagaimanapun juga, dia menjadi seorang wakil penguasa di seluruh kerajaan, terutama wilayah Mawaraunnahr.

Sehingga meskipun sedikit, dia mau tidak mau terkena arus politik. Tetapi hal itu tidak berlangsung lama. Pertemuannya dengan Ulugh Beg merupakan titik balik bagi kehidupan Qadi Zada. Sehingga dia memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupnya dengan bekerja di Samarkand. Dia juga menikah dengan seorang wanita di kota tersebut dan memiliki putra yang bernama Syams al-Din Muhammad.

Qadi menulis sejumlah karya matematika dan astronomi pada tahun pertama menetap di Samarkand. Karya-karyanya ini banyak yang dipersembahkan untuk Ulugh Beg. Hal itu juga menunjukkan reputasi Qadi sebagai seorang guru muda yang brilian dan sangat ahli dalam bidang matematika.

Secara khusus, Qadi menulis komentar tentang Kompendium ahli astronomi al-Jaghmini pada 1412 hingga 1413. Dia juga menulis komentar terhadap karya al-Samarqandi. Komentar yang ditulisnya berupa karya pendek yang hanya terdiri dari 20 halaman. Dalam komentarnya, ia membahas tiga puluh lima dari proposisi Euclid.

Pada 1417, Ulugh Beg membangun madrasah atas dorongan Qadi. Madrasah tersebut digunakan Qadi sebagai pusat pembelajaran yang terletak di depan alun-alun Rigestan di Samarkand. Dengan berdirinya madrasah tersebut, Ulugh Beg mulai mengumpulkan para ilmuwan terkemuka untuk mengajar di madrasahnya, termasuk al-Kashi. Baik Qadi, Ulugh Beg, dan al-Kashi merupakan para astronom terkemuka pada masa itu.


Qadi Zada dan Observatorium Samarkand

Pada 1424, sejarah tertoreh di Samarkand. Seorang penguasa Dinasti Timurid bernama Ulugh Beg berhasil membangun sebuah observatorium untuk penelitian astronomi. Menurut sejarawan sains, Krisciunas, observatorium yang dibangun Ulugh Beg itu merupakan yang termegah di antara tempat pengamatan benda antariksa lainnya yang dimiliki peradaban Islam.

Pembanguna observatorium Ulugh Beg di Samarkand itu tak lepas dari jasa dan ide brilian Qadi Zada. Betapa tidak. Dia adalah guru astronomi Ulugh Beg. Kehebatan Qadi Zada dan Ulugh Beg dituturkan sejawatnya, al-Kashi. Dalam surat kepada ayahnya yang tinggal di Kashan, al-Kashi memuji kemampuan dan kehebatan Ulugh Beg dan Qadi Zada dalam matematika dan astronomi.

Al-Kashi menganggap kedua ilmuwan tersebut merupakan yang paling unggul dibandingkan para ilmuwan lainnya, di zaman itu. Dalam surat tersebut, al-Kashi juga menceritakan bahwa mereka sering mengadakan pertemuan ilmiah yang dipimpin oleh Ulugh Beg dan dihadiri para ilmuwan terkemuka. Saat membahas masalah-masalah dalam astronomi yang cukup sulit, biasanya al-Kashi dan Qadi Zada mampu menyelesaikan masalah tersebut tanpa kesulitan yang berarti.

Karya asli Qadi adalah perhitungan sin 1° dengan tingkat akurasi yang luar biasa. Dia menerbitkan metode perhitungan sin 1° dalam Risalat al-Jayb (Risalah Sinus). Al-Kashi sebagai teman seangkatannya juga menghasilkan sebuah metode untuk memecahkan masalah ini. Namun metode mereka berdua berbeda dan menunjukkan bahwa dua ilmuwan yang luar biasa tersebut sama-sama bekerja pada masalah yang sama di Samarkand.

Qadi menghitung sin 1° mendekati tingat akurasi 10 pangkat minus 12. Pekerjaan utama yang dilakukan Qadi dan sahabat-sahabatnya, baik al-Kashi maupun Ulugh Beg di Observatorium di Samarkand adalah memproduksi Katalog Bintang-bintang. Katalog yang dihasilkan di observatorium tesebut, merupakan katalog bintang pertama yang komprehensif sejak zaman Ptolemeus.

Katalog Bintang itu, menjadi rujukan para astronom hingga abad ke-17 M. Katalog bintang yang diterbitkan pada 1437 itu menjelaskan 992 posisi bintang. Katalog bintang tersebut merupakan hasil dari kolaborasi para ilmuwan yang bekerja di Observatorium tetapi kontributor utamanya adalah Qadi Zada, Ulugh Beg, dan al-Kashi.

Katalog bintang tersebut, selain berisi posisi bintang juga berisi tabel pengamatan yang dilakukan di Observatorium, serta berisi hasil perhitungan kalender trigonometri. Qadi juga menulis komentar terhadap risalah astronomi karya ilmuwan besar Nashir ad-Din al-Tusi. Selain itu, dia juga menulis sebuah risalah mengenai masalah menghadapi Makkah, di mana masalah penting tersebut banyak didiskusikan oleh para astronom dan ahli matematika Muslim.

Setelah wafatnya al-Kashi, Qadi akhirnya menjadi direktur observatorium di Samarkand. Dia terus melakukan pekerjaan utama di Observatorium tersebut dengan memproduksi katalog bintang-bintang. Bahkan katalog bintang yang disebut Zij-i Sultani itu digunakan selama beberapa abad.


Pada 1436, Qadi akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Namun kontribusinya kepada ilmu astronomi dan matematika yang begitu besar, membuat namanya selalu diingat dan dikenang. Bahkan karya-karyanya masih digunakan, hingga kini

Menengok Revolusi Pertanian di Era Islam


Negeri-negeri Islam berkembang pesat dan memiliki masyarakat makmur dari hasil pertanian.

Lahan pertanian telah lama menjadi karib umat Islam. Dalam konteks ini, umat Islam tak sekadar mengolah lahan. Namun, mereka juga mengenalkan sistem dan cara pengolahan lahan pertanian secara lebih modern. Termasuk, cara tanam dan penggunaan irigasi.

Bahkan, pada awal abad ke-9, sistem pertanian modern menjadi pusat kehidupan ekonomi dan organisasi di negeri-negeri Muslim. Pertanian di Timur Dekat, Afrika Utara, dan Spanyol, didukung sistem pertanian yang maju.

Sebab, praktik pertanian di sana telah menggunakan irigasi yang baik dan pengetahuan yang sangat memadai. Fakta ini menunjukkan bahwa metode pertanian yang dipraktikkan merupakan metode paling maju di dunia.

Umat Islam memiliki kuda-kuda terbaik, ternak domba, dan kemampuan membudidayakan kebun buah-buahan dan sayuran. Mereka tahu bagaimana cara membasmi serangga dan menggunakan pupuk dengan dosis yang tepat.

Selain itu, mereka juga telah memiliki kecakapan dalam mencangkok pohon dan tanaman untuk menghasilkan varietas baru. Tak heran jika kemudian lahir varietas tanaman yang unggul dan menambahkan keragaman tanaman yang ada.

Sejumlah jenis tanaman yang sebelumnya tak dikenal, juga diperkenalkan oleh umat Islam. Pohon jeruk, misalnya, dibawa umat Islam dari India ke Arab sebelum abad ke-10. Pohon ini kemudian diperkenalkan ke wilayah lainnya.

Pada akhirnya, pohon jeruk ini juga dikenal di Suriah, Asia Kecil, Palestina, Mesir, dan Spanyol. Berawal dari Spanyol, lalu pohon jeruk tersebut menyebar ke seluruh wilayah yang ada di Eropa Selatan.

Budidaya tebu dan pemurnian gula juga disebarkan oleh orang-orang Arab Muslim dari India melalui Timur Dekat, kemudian dibawa tentara Salib ke negara-negara Eropa. Kapas pertama kali dibudidayakan di Eropa oleh bangsa Arab.

Pencapaian umat Muslim dalam bidang pertanian mampu pula diwujudkan di tanah Arab, yang sebagian besar merupakan lahan kering. Ini terwujud dengan menggunakan sistem irigasi yang terorganisasi dengan baik.

Khalifah sebagai pemimpin pemerintahan, membiayai pemeliharaan kanal-kanal besar demi kepentingan pertanian. Sungai Efrat dialirkan ke Mesopotamia, sedangkan air dari Tigris dialirkan ke Persia.

Tak hanya itu, pemerintahan Islam juga membangun sebuah kanal besar yang menghubungkan dua sungai di Baghdad. Kekhalifahan Abbasiyah merupakan dinasti yang memelopori pengeringan rawa-rawa agar digunakan untuk pertanian.

Saat memerintah, mereka pun merehabilitasi desa-desa yang hancur dan memperbaiki ladang yang mengering. Pada abad ke-10, di bawah kepemimpinan pangeran-pangeran Samanid, daerah antara Bukhara dan Samarkand, Uzbekistan berkembang pesat.

Tak heran jika kemudian, daerah tersebut ditetapkan sebagai salah satu dari empat surga dunia. Tiga wilayah lainnya adalah Persia Selatan, Irak Selatan, dan kawasan yang ada di sekitar Damaskus, Suriah.

Berdasarkan catatan sejarah dan komentar para ilmuwan termasuk dari Barat, sistem pertanian pada era Spanyol Muslim merupakan sistem pertanian yang paling kompleks dan paling ilmiah, yang pernah disusun oleh kecerdikan manusia.

Hal ini terjadi karena kaum Muslim memperkenalkan banyak perubahan. Salah satu bukti, pada masa itu seluruh Eropa hancur di bawah perbudakan, namun tanah di bawah kekuasaan Islam mengalami kemajuan pesat di bidang pertanian.

Salah seorang cendekiawan berkebangsaan Inggris, Joseph McCabe, mengungkapkan, di bawah kendali Muslim Arab, perkebunan di Andalusia jarang dikerjakan oleh budak. Tapi, perkebunan dikerjakan oleh para petani sendiri.

Di sepanjang Sungai Guadalquivir, juga terdapat 12 ribu desa yang berkecukupan, bahkan makmur. Revolusi pertanian Islam telah diawali pada abad ke-7. Negeri-negeri Islam berkembang pesat dan memiliki masyarakat makmur dari hasil pertanian.

Para ahli geografi awal mengungkapkan, terdapat 360 desa di Fayyum, sebuah provinsi di selatan Kairo, Mesir, yang masing-masing dapat menyediakan kebutuhan makanan bagi penduduk seluruh Mesir setiap hari.

Di sisi lain, terdapat 12 ribu desa di sepanjang Guadalquivir, Spanyol, yang memiliki lahan pertanian subur. Ada pula 200 desa di sepanjang Sungai Tigris, Irak, yang pertaniannya juga maju.

Bukti lain, yang menunjukkan kemajuan umat Islam di bidang pertanian, yakni adanya sebuah sensus yang dilakukan pada abad ke-8 di Mesir. Dalam sensus itu, dari 10 ribu desa di Mesir, tak ada desa yang memiliki bajak kurang dari 500 unit.

Wilayah-wilayah yang kemudian berada di bawah kekuasaan pemerintah Islam, juga mengalami perubahan ke arah kemajuan yang drastis. Banyak wilayah yang sebelumnya tak maju, namun di bawah pemerintah Islam, kemajuan kemudian terwujud.

Pada masa pra-Islam, Mediteranian kuno pada umumnya hanya bisa memanen tanaman saat musim dingin. Itu pun, satu bidang lahan hanya mampu menghasilkan satu jenis tanaman setiap tahunnya.

Namun, datangnya Islam ke sana membuat segalanya berubah. Sebab, Muslim yang datang ke wilayah itu

memperkenalkan berbagai macam tanaman baru. Dengan demikian, garapan pertanian pun kian beragam. Seorang ahli agronomi Andalusia, seperti Al-Tignarî yang berasal dari Granada, membuat referensi tentang tanaman-tanaman yang memberikan kontribusi besar bagi peningkatan pertanian yang cukup signifikan.

Salah seorang orientalis dari Prancis, Baron Carra de Vaux, bahkan menyebutkan, sejumlah tumbuhan dan hewan yang berasal dari Timur dibawa ke Spanyol oleh umat Islam. Tumbuhan dan hewan itu, kata dia, digunakan untuk beragam kebutuhan. Jadi, tak hanya untuk keperluan pertanian maupun peternakan, tapi tumbuhan dan hewan itu digunakan juga untuk keperluan pengembangan perkebunan, status kemewahan, perdagangan, dan seni.

De Vaux membuat sebuah daftar. Tumbuhan dan hewan itu adalah tulip, bakung, narcissi, lili, melati, mawar, persik, plum, domba, kambing, kucing Anggora, ayam Persia, sutra, dan katun. Salah satu tanaman penting yang diperkenalkan oleh umat Islam di Spanyol adalah tebu. Sedangkan kapas, mulai dibudidayakan di Andalusia pada akhir abad ke-11. Andalusia kemudian mampu berswasembada kapas.

Bahkan kemudian, para petani di Andalusia mampu mengekspor kapas hingga ke luar negeri. Di sisi lain, pengenalan tanaman baru kelak melahirkan sistem pertanian yang kompleks. Termasuk, pembangunan irigasi. Semula sebidang lahan hanya menghasilkan sekali panen satu macam tanaman per tahun. Namun, dengan makin beragamnya tanaman dan adanya irigasi, petani mampu panen tiga atau lebih tanaman per tahun.

Dengan produksi pertanian yang semacam ini, penduduk kosmopolitan di kota-kota Islam, termasuk yang ada di Spanyol, mampu memenuhi kotanya dengan beragam produk buah dan sayuran yang sebelumnya tak dikenal di Eropa.

Paling tidak, ada beberapa faktor penyebab revolusi pertanian Islam yang akhirnya sampai ke Spanyol. Yaitu, pengenalan tanaman baru oleh umat Islam, penggunaan irigasi yang intensif, dan penggunaan serta pengolahan tanah yang lebih baik.

Selain itu, faktor lain yang juga sangat menentukan adalah banyaknya karya ilmiah, yang memperkenalkan inovasi pertanian dan ilmu pengetahuan tentang pertanian.


Mereka yang Berjasa

Kemajuan pertanian di wilayah Islam, termasuk di Spanyol, tentu tak lepas dari kontribusi ahli pertanian Muslim. Mereka menyumbangkan pemikiran-pemikirannya dalam buku-buku tentang pertanian. Karya mereka menjadi panduan dalam pengembangan pertanian kala itu.

Abu'l Khair, seorang ahli pertanian di Spanyol pada abad ke-12, misalnya, menulis Kitab Al-Filaha yang berisi tentang hal ihwal pertanian. Dalam kitabnya itu, ia menuliskan empat cara untuk menampung air hujan dan membuat perairan buatan.

Khair menegaskan perlunya penggunaan air hujan untuk membantu proses reproduksi pohon zaitun dengan cara stek. Ia juga menguraikan tentang proses pembuatan gula yang sebelumnya telah diungkapkan ilmuwan lainnya, Ibn Al-Awwam.

Proses pembuatan gula diawali dengan memanen tanaman tebu yang telah dewasa. Lalu, tebu-tebu tersebut dipotong menjadi potongan-potongan kecil yang kemudian dihancurkan dengan cara dimasukkan ke dalam alat penekan.

Setelah itu, ekstrak tebu direbus dalam jangka waktu tertentu lalu hasilnya disaring. Hasil saringan ekstrak tebu itu dimasak lagi sampai tinggal seperempat bagian dari jumlah semula. Kemudian, ekstrak tebu yang terakhir ini dituangkan ke dalam cetakan tanah liat.

Ekstrak tebu yang dimasukkan ke dalam cetakan-cetakan berbentuk khusus itu, disimpan di tempat teduh hingga mengeras atau mengkristal. Langkah selanjutnya, gula dikeluarkan dari cetakan dan dikeringkan di tempat yang teduh.

Gula tersebut digunakan untuk pemanis minuman maupun sebagai bahan campuran membuat makanan atau kue-kue yang sangat lezat. Di sisi lain, sisi tanaman tebu tak dibuang sia-sia. Namun, dijadikan makanan kuda, sebagai sumber kekuatan dan energi.

Ada pula ahli pertanian dari Damaskus Suriah, Riyad al-Din al-Ghazzi al-Amiri (935/1529). Dia menulis sebuah buku tentang pertanian yang perinci. Secara umum, para penulis Arab kuno menuliskan tentang pertanian dalam berbagai subjek.

Di antaranya, soal jenis lahan pertanian dan pilihan tanah, pupuk kandang dan pupuk lain, alat pertanian dan karya budidaya, sumur, mata air, saluran irigasi, tanaman, pembibitan, penanaman, pemangkasan, dan pencangkokan buah.

Mereka juga membahas soal budidaya serealia, kacang-kacangan, sayuran, bunga, umbi-umbian, dan tanaman untuk parfum. Pun, tentang tumbuhan dan hewan beracun serta pengawetan buah

Membaca Tanda Alam dalam Khazanah Islam


Perahu penyelamat di kapal induk telah digunakan para pelaut Muslim sejak abad kesembilan.

Bercengkerama dengan alam telah melahirkan kemahiran tersendiri bagi umat Islam. Para ilmuwan Muslim kemudian juga memiliki ilmu pengetahuan mengenai alam semesta. Misalnya, menentukan ke mana arah angin dan memperkirakan terjadinya badai.

Ilmu pengetahuan ini, yang kemudian disebut meteorologi, menularkan manfaat bagi para pelaut Muslim, misalnya, dalam upaya mereka mengarungi ganasnya samudra dan menentukan waktu harus melaut. Pun, masyarakat umum dalam mengantisipasi terjadinya badai.

Ilmuwan Muslim mengenal beragam jenis badai berbahaya dan dampak yang ditimbulkannya. Dan tentunya, mereka perlu memperkirakan kedatangan badai tersebut. Filolog Arab pada awal masa Islam menyebutkan ada sejumlah karya ilmuwan Muslim mengenai bidang ini.

Dalam sebuah risalah disebutkan terdapat 100 kata yang menguraikan tentang jenis angin menurut dampaknya, kualitas, dan arah angin tersebut. Termasuk, angin ribut dan topan. Kian banyak buku tentang meteorologi seiring penerjemahan buku-buku Yunani.

Pada abad kesembilan, ilmuwan Muslim, Al-Kindi, menghasilkan sebuah karya yang terkait dengan masalah meteorologi. Bahkan, ia dikenal sebagai ilmuwan pertama yang memperkenalkan percobaan dalam ilmu bumi, termasuk meteorologi.

Al-Kindi juga menulis buku berjudul Risala fi l-Illa al-Failali l-Madd wa l-Fazr. Salah satu hal yang ia jelaskan di dalam bukunya adalah soal angin. Menurut dia, angin terkait dengan pergerakan udara, termasuk ke tempat-tempat lebih rendah.

Selain itu, Al-Kindi juga melakukan percobaan di laboratoriumnya. Dalam percobaan itu, Al-Kindi menemukan bagaimana udara yang sangat dingin berubah wujud menjadi air. Dia mengambil botol kaca lalu memenuhi botol tersebut dengan salju dan menutupinya secara rapat.

Lalu, pada permukaan botol tersebut udara berubah menjadi air, seperti botolnya mengeluarkan titik-titik air. Melalui percobaan itu, ia pun meluruskan pandangan sejumlah orang. Ia mengatakan, air atau salju tak dapat melewati kaca.

Pada abad ke-12 dan ke-13, Al-Tifashi yang hidup antara 1184 hingga 1253, mengikuti jejak Al-Kindi. Ia membuat definisi tentang angin ribut, yaitu angin yang mengembangkan kekuatannya dan naik ke atmosfer. Ada pula, ilmuwan Muslim bernama Al-Qazwini (1203-1283).

Al-Qazwini juga mengulang ide Al-Kindi. Ia membuat sebuah definisi yang hampir sama dengan apa yang telah dinyatakan Al-Tifashi. Namun, ia memberikan definisi yang lebih perinci. Pengetahuan tentang angin kemudian dikembangkan lebih jauh.

Langkah ini dilakukan oleh Ahmed Ibn Majid, yang berasal dari Ras al-Khaymah yang sekarang lebih dikenal Uni Emirat Arab dan Sulayman al-Mahri dari Yaman. Kedua orang tersebut merupakan navigator kapal dan pengetahuan tentang angin sangat berguna bagi pekerjaan mereka.

Sebagai navigator kapal, mereka memanfaatkan ilmu tersebut dalam menjalankan profesinya. Dalam pembicaraannya mengenai topan, Al-Mahri mengatakan, sangat perlu seorang navigator untuk tahu banyak tentang topan dan tanda-tanda datangnya.

Tanda-tanda yang biasanya menyertai datangnya topan adalah meningginya temperatur air laut, hujan lebat, dan perubahan angin yang begitu tiba-tiba. Sedangkan Al-Mahri, menyebut ada lima jenis topan di Samudra India yang biasa menerjang kapal yang berlayar.

Salah satu jenis topan yang ada dalam daftar Al-Mahri adalah topan 40. Ini merupakan topan urutan ketiga dalam daftarnya. Menurut dia, topan jenis ini biasanya menghantam Laut Hurmuz. Ibn Majid juga berbicara mengenai topan.

Menurut Ibn Majid, ada topan yang menerjang laut dalam beberapa tahun dan hilang pada beberapa tahun lainnya. Topan memiliki tanda-tanda saat datang. Di antaranya adalah meningkatnya debu di daratan dan laut.

Tanda lainnya, petir dan awan menutupi langit. Ini terjadi saat langit tertutup awan yang warnanya seperti warna kulit sapi. Setelah mengetahui hal ihwal angin, navigator menentukan langkah yang harus dipersiapkan sebelum dan saat berlayar.

Seorang navigator akan meminta sejumlah awak kapal untuk meneliti lambung kapal saat masih berada di daratan. Ini untuk meneliti apakah ada bahan pembuat kapal yang tak memenuhi standar dan menuliskannya.

Tak hanya itu, para awak kapal juga diminta untuk terus memeriksa peralatan berlayar setiap saat. Ini perlu dilakukan agar semua peralatan dalam keadaan baik dan bisa segera diperbaiki bila terjadi kerusakan.

Selain itu, ada langkah lain yang juga perlu dilakukan, yaitu mempertimbangkan antara kapasitas kapal dengan beban kargo dan muatan yang dibawa penumpang ke dalam kapal. Bahkan, ada urutan siapa yang bertanggung jawab jika prosedur ini dilanggar.

Pertama yang bertanggung jawab adalah kapten kapal. Selanjutnya, pemilik barang atau para pedagang yang biasanya membawa muatan dalam kapal. Ini jika mereka telah diingatkan mengenai kelebihan beban muatan.

Pemilik kapal juga dimintai pertanggungjawabannya jika terbukti terlibat dalam pelanggaran tersebut. Ada pula langkah yang biasa direkomendasikan kepada para navigator untuk menghindari hantaman topan, yaitu kembali ke pelabuhan terdekat.

Kasus seperti ini pernah terjadi pada Sabtu, 13 November 1518. Saat itu, sejumlah kapal yang meninggalkan Alexandria menuju Istanbul, terpaksa harus kembali ke pelabuhan Rosetta karena adanya topan yang menghadang mereka.

Membawa perahu penyelamat seperti yang lazim ada pada kapal-kapal besar di masa sekarang, telah dilakukan pada masa itu. Ini merupakan langkah kehati-hatian dalam menghadapi badai yang terjadi di tengah samudra.

Perahu penyelamat yang ditempatkan di kapal induk, telah diketahui dan digunakan oleh para navigator Muslim dan Arab selama masa periode klasik Islam, yaitu pada abad kesembilan hingga ke-13.

Biasanya perahu-perahu tersebut digunakan ketika kapal induk tak dapat lagi menahan hantaman badai. Selain itu, perahu itu juga bisa digunakan untuk perjalanan laut jarak pendek saat musim angin tiba.

MENYINGKAP RAHASIA HUJAN

Tak hanya persoalan angin yang telah menarik perhatian ilmuwan Muslim. Gejala alam lainnya juga menarik perhatian mereka. Pada abad ke-9, ada Ibnu Doraid Al-Azdi yang me nulis sebuah buku yang dalam terjemahan bahasa Inggris berju dul Description of Rain and Clouds.

Dalam buku yang berisi 27 bab itu, Ibnu Doraid memberikan penjelasan ilmiah tentang hujan dan awan. Selain itu, buku ini juga membahas perkiraan cuaca; deskripsi awan, baik corak maupun warna mereka; gerakan awan; akumulasi; serta penebalan dan perubahan bentuk awan.

Ibnu Doraid pun memberi gambaran mengenai jenis curah hujan dan efeknya terhadap tanah dan sumber daya air tanah. Seperti dikutip muslimheritage, ia memberikan penjelasan mengenai Al-Hamma’a dan Al-Hawwa’a atau awan hitam yang menjadi merah.

Selain hujan dan awan, Ibnu Doraid menjelaskan kilat. Ia membagi kilat berdasarkan intensitas cahayanya. Al-hafo merupakan kilat yang paling lemah, Al-wamed bentuknya mirip senyum kecil, dan Al-wallaf adalah kilat yang menyerang dua kali.

Dengan mengetahui gerak dan penyebaran awan serta intensitas kilat, Ibnu Doraid memperkirakan jumlah dan tingkat kelebatan hujan. Ia menjelaskan pula jenis intensitas hujan, antara lain Ghait Thare atau hujan deras.

Seabad kemudian, Ibnu Wahshiyyahe, seorang ahli di bidang pertanian dari Irak, menulis buku berjudul Kitab al-Falaha al-Nabatiya. Buku ini berisi pembahasan mengenai perkiraan cuaca, perubahan atmosfer, dan tanda turunnya hujan berdasar fase bulan.

Dengan adanya perkiraan cuaca, kemudian diketahui awal musim tanam secara tepat. Ini melahirkan kemajuan yang berarti bagi umat Islam dalam bidang pertanian. Para petani pun bisa merencanakan penanaman sejumlah tanaman dan panen dalam setahun.

Ada pula Ibn al-Haytham, lebih dikenal Alhazen, yang pada 1021 memperkenalkan bukunya yang berjudul Kitab Optik. Ia membahas soal pergantian masa. Salah satu penjelasannya mengenai senja yang ia yakini disebabkan oleh pembiasan atmosfer.

Alhazen juga menyatakan, senja baru akan mewujud saat matahari berada 19 derajat di bawah cakrawala. Ia pun menerbitkan kitab lainnya sebagai pelengkap Kitab Optik, yaitu Risalah fi l-Daw atau risalah tentang cahaya.

Dalam Risalah fi l-Daw, Alhazen memberikan penjelasan tentang meteorologi, pelangi, kepadatan atmosfer, dan berbagai fenomena langit lainnya, termasuk gerhana, matahari terbenam, dan cahaya bulan